Lhokseumawe – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim SmartEmoCare berhasil lolos dalam Program Mini Funding ABC 2026 (Activity and Behavior Computing) yang diselenggarakan di Jepang dan memperoleh pendanaan riset sebesar 100.000 JPY.
Keberhasilan tersebut menjadikan Tim SmartEmoCare sebagai salah satu dari dua tim riset Universitas Malikussaleh yang memperoleh dukungan pendanaan internasional melalui skema mini funding ABC 2026. Selain pendanaan, tim juga mendapatkan kesempatan mengikuti program mentoring internasional serta mempresentasikan hasil penelitiannya pada forum akademik global.
Tim SmartEmoCare mengangkat penelitian berjudul “Real-Time Analysis of Therapeutic Board Game and Sound Therapy Effects on Adolescent Mental Health Using Facial Emotion and Stress Detection.” Riset ini mengkaji pengaruh terapi berbasis permainan papan dan terapi suara terhadap kesehatan mental remaja dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Sistem yang dikembangkan mampu melakukan analisis ekspresi wajah dan tingkat stres secara real-time untuk memberikan gambaran objektif mengenai efektivitas terapi yang dilakukan. Penelitian ini juga memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pendekatan kesehatan mental yang lebih adaptif dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, Tim SmartEmoCare menjalin kolaborasi riset internasional bersama Mohammad Saiedur Rahaman dari School of Engineering and Technology, Central Queensland University, Rockhampton, Australia. Melalui program mentoring, tim memperoleh arahan terkait penguatan metodologi penelitian, analisis data, hingga strategi publikasi ilmiah pada forum bereputasi internasional.
Selain pendampingan internasional, penelitian ini juga dibimbing oleh dosen Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, yaitu Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., Hafizh Alkausar Aidilof, S.T., M.Kom., dan Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom.
Ketua Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasinya atas capaian mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan riset internasional dari Jepang.
“Keberhasilan memperoleh mini funding internasional ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kapasitas untuk menghasilkan riset yang kompetitif di tingkat global. Tidak hanya mendapatkan pendanaan, mereka juga memperoleh pengalaman berharga melalui kolaborasi dengan akademisi luar negeri dan kesempatan mempresentasikan hasil penelitian pada forum internasional,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program internasional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif membangun jejaring akademik internasional. Pendanaan riset dan kolaborasi dengan Central Queensland University menjadi pengalaman yang sangat bernilai dalam membentuk kompetensi riset mahasiswa yang berdaya saing global,” tuturnya.
Prestasi Tim SmartEmoCare semakin mempertegas komitmen Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis kecerdasan buatan serta memperluas kerja sama riset internasional.