Lhokseumawe — Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan bagi mahasiswa yang terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen APTIKOM dalam mendukung keberlangsungan proses akademik mahasiswa di tengah situasi darurat yang berdampak pada aktivitas perkuliahan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek bantuan material, tetapi juga menjadi bentuk nyata solidaritas dan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami dampak langsung bencana. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa tetap memiliki semangat untuk melanjutkan studi tanpa terhambat oleh kondisi yang terjadi.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian APTIKOM terhadap mahasiswa di Aceh. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada APTIKOM atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa kami yang terdampak bencana. Ini bukan hanya bantuan secara material, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi mereka untuk bangkit dan kembali fokus pada studi,” ujarnya.
Ketua Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, Bapak Dr. Eng. Ir. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom, juga memberikan apresiasi atas langkah APTIKOM yang dinilai sangat membantu mahasiswa dalam menghadapi situasi sulit. Ia menilai bahwa sinergi seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian dunia akademik terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari APTIKOM. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat terhadap mahasiswa yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Malikussaleh, Bapak Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom, turut menegaskan bahwa bantuan ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam menjaga motivasi belajar di tengah kondisi yang tidak mudah.
“Mahasiswa merupakan aset utama pendidikan. Dukungan seperti ini sangat berarti untuk membantu mereka tetap melanjutkan perkuliahan dan menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan mahasiswa terdampak bencana di Aceh dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas akademik secara normal. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai solidaritas, empati, dan kebersamaan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya antara APTIKOM dan Universitas Malikussaleh dalam mendukung dunia pendidikan yang berkelanjutan.