Lhokseumawe – Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh membuka kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dan kompetensi di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Data Science, Human Activity Recognition, serta Indoor Localization untuk bergabung dalam tim yang akan berpartisipasi pada 2nd ISAS Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Kyushu Institute of Technology, Jepang, berkolaborasi dengan penyelenggara International Symposium on Affective Science and Engineering (ISAS) 2026.
Kompetisi internasional ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran mesin untuk memahami aktivitas manusia dan menentukan lokasi seseorang di dalam ruangan berdasarkan pola pergerakan dan data sensor dunia nyata. Peserta ditantang untuk membangun model yang tangguh dalam menginterpretasikan perilaku manusia menggunakan data yang diperoleh dari sensor akselerometer dan Bluetooth Low Energy (BLE) beacon yang dipasang pada fasilitas panti perawatan lansia.
Tidak seperti kompetisi klasifikasi pada umumnya, 2nd ISAS Challenge 2026 menghadirkan berbagai tantangan yang merepresentasikan kondisi implementasi nyata, seperti ketidakseimbangan data (data imbalance), sinyal sensor yang tidak stabil dan penuh gangguan (noisy and unstable signals), ketidaksesuaian cap waktu (timestamp misalignment), serta ketidakseimbangan jumlah sampel pada kelas aktivitas maupun lokasi. Kondisi tersebut menuntut peserta untuk merancang metode yang inovatif dan andal agar dapat menghasilkan sistem pemahaman perilaku manusia yang akurat dan dapat diterapkan pada lingkungan nyata.
Tujuan utama kompetisi ini adalah mengembangkan model pembelajaran yang mampu memprediksi dua label sekaligus, yaitu aktivitas pengguna dan lokasi ruangan pada setiap timestamp data uji dengan memanfaatkan data mentah akselerometer, pengukuran RSSI dari beberapa beacon BLE, serta label aktivitas dan lokasi yang telah dianotasi pada data pelatihan.
Penilaian kompetisi dilakukan berdasarkan tiga komponen utama, yaitu Activity Classification menggunakan Macro F1 Score (35%), Location Classification menggunakan Macro F1 Score (35%), serta Relevansi Metode dan Kualitas Artikel Ilmiah yang dihasilkan (30%). Selain mengembangkan model kecerdasan buatan, seluruh peserta juga diwajibkan menyiapkan dan mengirimkan abstrak ilmiah untuk dipresentasikan pada rangkaian kegiatan ISAS 2026.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh mengajak mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang Machine Learning, Deep Learning, Signal Processing, Internet of Things, Data Analytics, maupun Scientific Writing untuk bergabung dan membawa nama baik Universitas Malikussaleh pada ajang kompetisi internasional.
Mahasiswa yang berminat dapat melakukan registrasi melalui formulir pendaftaran berikut:

https://tinyurl.com/5e6n4yvx

Partisipasi dalam kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan riset, publikasi ilmiah internasional, serta memperluas jejaring akademik dengan peneliti dan mahasiswa dari berbagai negara.
Mari bergabung, berinovasi, dan tunjukkan kemampuan terbaikmu pada ajang internasional 2nd ISAS Challenge 2026!