Lhokseumawe – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh. Tim Code Blossom berhasil memperoleh pendanaan riset internasional sebesar 100.000 JPY melalui Program Mini Funding ABC 2026 (Activity and Behavior Computing) yang diselenggarakan di Jepang.
Pendanaan tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas penelitian mahasiswa Universitas Malikussaleh sekaligus membuka peluang bagi tim untuk mengikuti mentoring bersama akademisi mancanegara serta mempresentasikan hasil riset pada forum ilmiah internasional.
Tim Code Blossom mengembangkan penelitian berjudul “A Model to Reduce Musculoskeletal Disorders Using Wearable Sensors for Detecting Office Worker Postures.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan model berbasis wearable sensors untuk mendeteksi postur kerja pegawai kantor secara real-time guna meminimalkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Model yang dikembangkan memanfaatkan integrasi data sensor dan algoritma analitik untuk mengidentifikasi pola postur tubuh yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Sistem ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi perbaikan postur kerja secara preventif sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja.
Dalam proses pengembangannya, Tim Code Blossom mendapatkan pendampingan internasional dari Alpaslan Durmus yang berasal dari Department of Unmanned Aerial Vehicle Technology, OSTİM Technical University, Ankara, Turki. Pendampingan tersebut mencakup penyempurnaan metodologi penelitian, validasi model, serta eksplorasi potensi implementasi teknologi pada berbagai sektor industri.
Tim ini juga memperoleh pembimbingan dari dosen Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, yakni Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., Hafizh Alkausar Aidilof, S.T., M.Kom., dan Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom.
Ketua Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa keberhasilan Tim Code Blossom menjadi bukti nyata meningkatnya kualitas riset mahasiswa di lingkungan Jurusan Informatika.
“Pendanaan internasional dari Jepang yang diperoleh Tim Code Blossom merupakan capaian yang sangat membanggakan. Mahasiswa kita mampu menunjukkan kualitas penelitian yang diakui secara global serta membangun kolaborasi yang produktif dengan mitra akademik dari Turki,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., berharap keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi internasional.
“Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang riset internasional. Pengalaman berkolaborasi dengan OSTİM Technical University dan memperoleh pendanaan dari penyelenggara ABC 2026 menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai peneliti muda yang kompetitif,” katanya.
Keberhasilan Tim Code Blossom bersama Tim SmartEmoCare menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Informatika Universitas Malikussaleh mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global sekaligus memperkuat posisi institusi dalam ekosistem riset internasional.