Reuleut – Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh (Unimal), turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Joint Cultural Camp Fall 2026 (JCCF 2026) melalui kegiatan pengenalan budaya dan sharing session bersama mahasiswa internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat interaksi akademik dan pertukaran pengalaman lintas budaya.
JCCF 2026 merupakan program kolaborasi Universitas Malikussaleh dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berlangsung pada 4–10 Oktober 2026. Mengusung tema “Aceh Lon Sayang: Exploring Culture to Rise Beyond Disaster”, program ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Aceh, kepada mahasiswa internasional melalui pengalaman langsung dalam lingkungan masyarakat dan perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan di Universitas Malikussaleh diawali dengan pembukaan di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe. Agenda tersebut mencakup pengenalan budaya Aceh, pengenalan Universitas Malikussaleh, serta perkenalan peserta JCCF 2026 yang berasal dari berbagai negara dan perguruan tinggi. Peserta internasional dalam program ini berasal dari INSA Lyon, Prancis; Northern Alberta Institute of Technology, Kanada; serta Hogeschool Utrecht, Belanda.
Melalui agenda tersebut, para peserta diperkenalkan dengan kekayaan tradisi, nilai-nilai kearifan lokal, serta kehidupan sosial masyarakat Aceh. Pengenalan Universitas Malikussaleh juga memberikan gambaran mengenai lingkungan akademik dan kehidupan mahasiswa di Aceh. Interaksi antarpeserta menjadi kesempatan untuk saling mengenal latar belakang pendidikan, budaya, dan pengalaman masing-masing dalam suasana yang mendorong keterbukaan serta penghargaan terhadap keberagaman.
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session di Program Studi Teknik Informatika bersama Rida Bindech, mahasiswa asal Maroko yang menempuh pendidikan Computer Science di INSA Lyon, Prancis. Selama satu semester, Rida mengikuti program abroad melalui JCCF 2026, dengan Universitas Malikussaleh menjadi universitas kedua yang dikunjunginya dalam rangkaian program tersebut.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Rida menceritakan kehidupannya sebagai mahasiswa internasional di Prancis, mulai dari pengalaman mengikuti sistem pembelajaran hingga proses beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang berbeda dari negara asalnya. Ia membagikan pandangannya mengenai kehidupan akademik di Prancis, interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta berbagai pengalaman yang memperkaya perjalanan pendidikannya.
Sebagai mahasiswa asal Maroko yang menempuh pendidikan di Prancis, pengalaman Rida juga menggambarkan pentingnya kemampuan beradaptasi ketika berada di lingkungan multikultural. Perbedaan kebiasaan, pola komunikasi, dan cara berinteraksi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menuntut keterbukaan, kemandirian, serta kemauan untuk memahami perspektif orang lain.
Sharing session ini memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa Teknik Informatika mengenai kehidupan akademik di luar negeri dan tantangan yang dapat dihadapi ketika mengikuti program mobilitas internasional. Pengalaman yang dibagikan Rida juga memperlihatkan bahwa kesempatan belajar di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kemampuan akademik, tetapi turut membentuk keterampilan komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan perspektif global.
Plt. Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Malikussaleh, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi keterlibatan Program Studi Teknik Informatika dalam kegiatan JCCF 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi internasional. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin terbuka terhadap perkembangan pendidikan dan teknologi global, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi lingkungan akademik yang semakin terhubung secara internasional.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., juga mengapresiasi pelaksanaan sharing session yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari mahasiswa internasional. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik, memperluas jejaring, serta memanfaatkan peluang kolaborasi dan mobilitas pendidikan di tingkat internasional.
Partisipasi Teknik Informatika dalam JCCF 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi program studi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui pengenalan budaya Aceh dan pertukaran pengalaman akademik bersama mahasiswa internasional, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat wawasan global mahasiswa, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di lingkungan akademik.
Dengan adanya kegiatan ini, Program Studi Teknik Informatika Universitas Malikussaleh diharapkan terus mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan karakter, kemampuan komunikasi lintas budaya, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan di tingkat global.