Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh dalam bidang keagamaan. Pada ajang Musabaqah Antar Qabilah ke-XXI Dayah Darul Muta’allimin Al-Munawwarah tahun 2025, Radja Taqyuddin Asfa berhasil meraih Juara 1 pada cabang Makalah Al-Qur’an Putra.
Kompetisi ini merupakan salah satu cabang Musabaqah yang menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam menyusun karya tulis berbasis kajian Al-Qur’an secara ilmiah, sistematis, dan argumentatif. Peserta dituntut untuk mampu mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan konteks kehidupan modern, serta menyajikannya dalam bentuk tulisan yang memenuhi kaidah akademik.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika tidak hanya memiliki kapasitas di bidang teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan pemikiran kritis dalam perspektif keislaman. Kemampuan mengintegrasikan nilai religius dengan pendekatan ilmiah menjadi keunggulan tersendiri dalam kompetisi tersebut.
Radja Taqyuddin Asfa menyampaikan bahwa proses penyusunan makalah membutuhkan pemahaman mendalam terhadap sumber-sumber rujukan serta kemampuan analisis yang kuat.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan isu yang relevan saat ini, serta menyusunnya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis,” ujarnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan religius yang kuat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika mampu mengembangkan kompetensi secara menyeluruh, termasuk dalam bidang keagamaan yang berbasis kajian ilmiah,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai keislaman menjadi bagian penting dalam pembentukan lulusan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk keagamaan, sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh,” tuturnya.