Project Independen IoT Nasional, Mahasiswa Informatika Unimal Tembus Top 6 Tingkat Nasional
Lhokseumawe – Capaian membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh melalui partisipasi dalam program pengembangan kompetensi berbasis industri. Dalam kegiatan Studi Independen bertajuk “Indobot Academy – Internet of Things (IoT) Engineer Camp”, Shafly Ulya Haj berhasil masuk dalam Top 6 peserta terbaik tingkat nasional tahun 2025.
Program Studi Independen ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan keterampilan mahasiswa yang berfokus pada kesiapan kerja di bidang teknologi, khususnya Internet of Things (IoT). Selama program berlangsung, peserta dibekali dengan materi teknis mulai dari perancangan sistem IoT, integrasi sensor dan perangkat keras, hingga implementasi solusi berbasis data secara real-time.
Keberhasilan menembus posisi Top 6 menunjukkan kemampuan kompetitif mahasiswa dalam menguasai teknologi terkini sekaligus menerapkannya dalam studi kasus berbasis industri. Selain aspek teknis, peserta juga diuji dalam kemampuan problem solving, kolaborasi tim, serta penyampaian solusi secara profesional.
Shafly Ulya Haj mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti program ini memberikan wawasan baru terkait implementasi IoT dalam berbagai sektor.
“Program ini sangat aplikatif karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengembangkan proyek berbasis IoT. Tantangannya adalah bagaimana merancang sistem yang efisien dan dapat digunakan dalam skenario nyata,” ujarnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai bahwa keberhasilan ini mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri digital.
“Masuk dalam Top 6 nasional menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi industri, khususnya di bidang IoT,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam program-program pengembangan berbasis praktik.
“Studi Independen menjadi salah satu jalur strategis untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pengalaman industri mahasiswa. Kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti program serupa,” tuturnya.
Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri berbasis teknologi digital.
Program Studi Independen ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan keterampilan mahasiswa yang berfokus pada kesiapan kerja di bidang teknologi, khususnya Internet of Things (IoT). Selama program berlangsung, peserta dibekali dengan materi teknis mulai dari perancangan sistem IoT, integrasi sensor dan perangkat keras, hingga implementasi solusi berbasis data secara real-time.
Keberhasilan menembus posisi Top 6 menunjukkan kemampuan kompetitif mahasiswa dalam menguasai teknologi terkini sekaligus menerapkannya dalam studi kasus berbasis industri. Selain aspek teknis, peserta juga diuji dalam kemampuan problem solving, kolaborasi tim, serta penyampaian solusi secara profesional.
Shafly Ulya Haj mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti program ini memberikan wawasan baru terkait implementasi IoT dalam berbagai sektor.
“Program ini sangat aplikatif karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengembangkan proyek berbasis IoT. Tantangannya adalah bagaimana merancang sistem yang efisien dan dapat digunakan dalam skenario nyata,” ujarnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai bahwa keberhasilan ini mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri digital.
“Masuk dalam Top 6 nasional menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi industri, khususnya di bidang IoT,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam program-program pengembangan berbasis praktik.
“Studi Independen menjadi salah satu jalur strategis untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pengalaman industri mahasiswa. Kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti program serupa,” tuturnya.
Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri berbasis teknologi digital.