Prestasi Kaligrafi Digital di MTQ Aceh, Mahasiswa Informatika Unimal Tunjukkan Integrasi Seni dan Teknologi
Lhokseumawe – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi melalui ajang keagamaan dan seni. Pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh XXXVII di Pidie Jaya tahun 2025, Mirna Maulidia berhasil meraih Juara Harapan 2 pada cabang Kaligrafi Digital Putri.
Kompetisi kaligrafi digital dalam MTQ tidak hanya menuntut ketelitian dalam seni menulis ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya yang estetis, presisi, dan bernilai artistik tinggi. Perpaduan antara seni tradisional dan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi peserta dalam menciptakan karya yang sesuai dengan kaidah kaligrafi sekaligus inovatif secara visual.
Mirna Maulidia menyampaikan bahwa partisipasinya dalam ajang tersebut merupakan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan di luar bidang utama perkuliahan.
“Kaligrafi digital membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta pemahaman terhadap nilai estetika dan teknologi. Saya berusaha menggabungkan keduanya agar menghasilkan karya yang maksimal,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menilai capaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Informatika memiliki potensi multidisipliner yang dapat dikembangkan secara optimal.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai seni dan religiusitas dalam karya digital,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., turut memberikan apresiasi dan menekankan pentingnya pengembangan potensi mahasiswa secara holistik.
“Kami mendukung penuh mahasiswa untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk seni dan keagamaan. Hal ini menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi yang seimbang,” tuturnya.
Capaian ini memperkuat citra Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh sebagai lingkungan akademik yang tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk seni dan keagamaan di tingkat provinsi maupun nasional.
Kompetisi kaligrafi digital dalam MTQ tidak hanya menuntut ketelitian dalam seni menulis ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya yang estetis, presisi, dan bernilai artistik tinggi. Perpaduan antara seni tradisional dan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi peserta dalam menciptakan karya yang sesuai dengan kaidah kaligrafi sekaligus inovatif secara visual.
Mirna Maulidia menyampaikan bahwa partisipasinya dalam ajang tersebut merupakan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan di luar bidang utama perkuliahan.
“Kaligrafi digital membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta pemahaman terhadap nilai estetika dan teknologi. Saya berusaha menggabungkan keduanya agar menghasilkan karya yang maksimal,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menilai capaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Informatika memiliki potensi multidisipliner yang dapat dikembangkan secara optimal.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai seni dan religiusitas dalam karya digital,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., turut memberikan apresiasi dan menekankan pentingnya pengembangan potensi mahasiswa secara holistik.
“Kami mendukung penuh mahasiswa untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk seni dan keagamaan. Hal ini menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi yang seimbang,” tuturnya.
Capaian ini memperkuat citra Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh sebagai lingkungan akademik yang tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk seni dan keagamaan di tingkat provinsi maupun nasional.