Mahasiswa Teknik Informatika Unimal Borong Juara Sayembara Nasional Balai Bahasa Aceh 2026
Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Malikussaleh. M. Rafli Al Thoriq Mustafa berhasil meraih kemenangan dalam ajang Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Dwibahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pengumuman pemenang yang dirilis pada Jumat (17/4/2026) melalui Surat Keputusan Nomor 0497/B/G5.1/BS.02.01/2026 menempatkan Rafli sebagai salah satu pemenang dari kompetisi bergengsi tersebut. Ia berhasil unggul di tengah persaingan ketat ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesional.
Dalam keterangannya, Rafli mengungkapkan bahwa dua karya yang ia kirimkan mampu menarik perhatian dewan juri. Kedua naskah tersebut awalnya ditulis dalam bahasa Melayu Tamiang, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan bantuan penerjemah profesional.
Pada kompetisi tahun ini, Rafli mengangkat tema STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan dua segmen pembaca yang berbeda. Karya berjudul “Sinyawit, Kecerdasan Buatan Zain” ditujukan untuk pembaca tingkat menengah, sedangkan “Biji Pala Maneh” diperuntukkan bagi pembaca pemula.
Ia mengaku bersyukur atas capaian tersebut, terlebih karena berhasil memenangkan dua karya sekaligus di tengah jumlah pemenang yang lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih kemenangan ini. Persaingan tahun ini terasa lebih ketat karena adanya pengurangan jumlah pemenang,” ujarnya.
Sayembara ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi anak di Aceh melalui penyediaan bahan bacaan berkualitas. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aparatur sipil negara, sastrawan, jurnalis, hingga penulis profesional. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 26 peserta ditetapkan sebagai pemenang.
Rafli sendiri bukan nama baru dalam dunia kompetisi penulisan. Selama tiga tahun berturut-turut, ia berhasil meraih penghargaan serupa dari Balai Bahasa Aceh. Selain itu, ia juga pernah mewakili Universitas Malikussaleh dalam kompetisi IT tingkat internasional di Abu Dhabi serta ajang literasi nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa.
Tak hanya itu, Rafli juga pernah dipercaya mewakili Aceh dalam program pendidikan kepemimpinan pemuda tingkat nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta pendidikan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI di Jakarta.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, M.Kom., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi Rafli menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan literasi dan pendidikan di Aceh.
“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujarnya.
Pengumuman pemenang yang dirilis pada Jumat (17/4/2026) melalui Surat Keputusan Nomor 0497/B/G5.1/BS.02.01/2026 menempatkan Rafli sebagai salah satu pemenang dari kompetisi bergengsi tersebut. Ia berhasil unggul di tengah persaingan ketat ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesional.
Dalam keterangannya, Rafli mengungkapkan bahwa dua karya yang ia kirimkan mampu menarik perhatian dewan juri. Kedua naskah tersebut awalnya ditulis dalam bahasa Melayu Tamiang, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan bantuan penerjemah profesional.
Pada kompetisi tahun ini, Rafli mengangkat tema STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan dua segmen pembaca yang berbeda. Karya berjudul “Sinyawit, Kecerdasan Buatan Zain” ditujukan untuk pembaca tingkat menengah, sedangkan “Biji Pala Maneh” diperuntukkan bagi pembaca pemula.
Ia mengaku bersyukur atas capaian tersebut, terlebih karena berhasil memenangkan dua karya sekaligus di tengah jumlah pemenang yang lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih kemenangan ini. Persaingan tahun ini terasa lebih ketat karena adanya pengurangan jumlah pemenang,” ujarnya.
Sayembara ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi anak di Aceh melalui penyediaan bahan bacaan berkualitas. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aparatur sipil negara, sastrawan, jurnalis, hingga penulis profesional. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 26 peserta ditetapkan sebagai pemenang.
Rafli sendiri bukan nama baru dalam dunia kompetisi penulisan. Selama tiga tahun berturut-turut, ia berhasil meraih penghargaan serupa dari Balai Bahasa Aceh. Selain itu, ia juga pernah mewakili Universitas Malikussaleh dalam kompetisi IT tingkat internasional di Abu Dhabi serta ajang literasi nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa.
Tak hanya itu, Rafli juga pernah dipercaya mewakili Aceh dalam program pendidikan kepemimpinan pemuda tingkat nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta pendidikan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI di Jakarta.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, M.Kom., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi Rafli menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan literasi dan pendidikan di Aceh.
“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujarnya.