Lhokseumawe – Kiprah mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh kembali terlihat dalam penguatan budaya literasi dan bahasa melalui partisipasi serta prestasi di berbagai ajang strategis. Tiga mahasiswa, yakni Muhammad Sayuti, Nur Akmal, dan Muhammad Haikal, menunjukkan kontribusi nyata dalam bidang literasi dan kebahasaan di tingkat universitas hingga provinsi.
Muhammad Sayuti tercatat sebagai partisipan dalam Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Aceh 2024, sebuah ajang bergengsi yang bertujuan menjaring generasi muda yang memiliki kompetensi dalam penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta bahasa asing secara baik dan benar. Kegiatan ini tidak hanya menilai kemampuan berbahasa, tetapi juga wawasan kebahasaan, sikap, serta peran sebagai agen literasi di masyarakat.
Sementara itu, Nur Akmal kembali menunjukkan konsistensinya di bidang literasi dengan meraih Wakil 3 dalam ajang Duta Baca Universitas Malikussaleh 2025. Capaian ini menegaskan peran aktif mahasiswa dalam mendorong minat baca serta budaya literasi di lingkungan kampus.
Tidak hanya itu, prestasi tertinggi dalam bidang literasi kampus juga diraih oleh Muhammad Haikal yang berhasil menjadi Juara Utama dalam Pemilihan Duta Baca Perpustakaan Universitas Malikussaleh 2025. Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam menjadi representasi literasi yang tidak hanya aktif membaca, tetapi juga mampu menginisiasi gerakan literasi di kalangan mahasiswa.
Muhammad Haikal menyampaikan bahwa peran sebagai Duta Baca bukan sekadar gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk menggerakkan budaya literasi secara berkelanjutan.
“Menjadi Duta Baca berarti harus mampu menjadi contoh dan penggerak. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga memahami dan menyebarkan pengetahuan kepada orang lain,” ujarnya.
Muhammad Sayuti juga menambahkan bahwa pengalaman mengikuti Duta Bahasa memberikan wawasan baru tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan bahasa.
“Kegiatan ini membuka perspektif saya tentang pentingnya bahasa sebagai identitas dan alat komunikasi global. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga hal tersebut,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan kompetensi non-teknis mahasiswa yang sangat relevan di era global.
“Prestasi di bidang literasi dan bahasa menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika memiliki kemampuan komunikasi yang baik, yang merupakan aspek penting dalam dunia profesional,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa pengembangan literasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.
“Kemampuan literasi sangat berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kami mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan yang dapat memperkuat kompetensi tersebut,” tuturnya.
Melalui capaian ini, Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki kapasitas literasi dan komunikasi yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan global.