Mahasiswa Informatika Unimal Aktif di Ajang Musabaqah Nasional, Perkuat Integrasi Akademik dan Nilai Keislaman
Lhokseumawe – Partisipasi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh dalam ajang keagamaan nasional kembali menunjukkan komitmen terhadap pengembangan karakter yang seimbang antara kompetensi akademik dan nilai spiritual. Hal ini tercermin dari keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025.
Dalam ajang tersebut, Muhammad Fathurrahman dan Kelvin menjadi bagian dari peserta yang mewakili dalam kompetisi tingkat nasional. Keikutsertaan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga aspek penguasaan materi, mental kompetisi, serta kesiapan dalam menghadapi forum nasional.
MTQMN merupakan salah satu ajang bergengsi yang diselenggarakan untuk mahasiswa seluruh Indonesia, dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik maupun sosial. Kompetisi ini mencakup berbagai cabang, mulai dari tilawah, tafsir, hingga karya tulis ilmiah berbasis Al-Qur’an.
Keikutsertaan mahasiswa Informatika dalam ajang ini menjadi indikator bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mencakup pembinaan karakter religius yang kuat. Hal ini menjadi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai moral yang tinggi.
Muhammad Fathurrahman menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti MTQMN memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi antara persiapan akademik dan latihan intensif.
“Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kesiapan mental. Kami harus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik dan persiapan kompetisi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kelvin menambahkan bahwa pengalaman di tingkat nasional memberikan wawasan baru dalam memahami standar kompetisi yang lebih tinggi.
“Kami mendapatkan banyak pembelajaran, terutama dalam hal kualitas penilaian dan atmosfer kompetisi yang sangat kompetitif,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam ajang tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter berbasis nilai keislaman.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam MTQMN menunjukkan bahwa pengembangan akademik dapat berjalan selaras dengan pembinaan nilai-nilai religius. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang berintegritas,” tuturnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa pihak program studi terus mendukung mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang, baik akademik maupun keagamaan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kompetisi, karena hal ini akan memperkaya pengalaman, memperkuat karakter, serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat nasional,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ini, mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh diharapkan mampu menjadi representasi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat sebagai bekal dalam menghadapi tantangan global.
Dalam ajang tersebut, Muhammad Fathurrahman dan Kelvin menjadi bagian dari peserta yang mewakili dalam kompetisi tingkat nasional. Keikutsertaan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga aspek penguasaan materi, mental kompetisi, serta kesiapan dalam menghadapi forum nasional.
MTQMN merupakan salah satu ajang bergengsi yang diselenggarakan untuk mahasiswa seluruh Indonesia, dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik maupun sosial. Kompetisi ini mencakup berbagai cabang, mulai dari tilawah, tafsir, hingga karya tulis ilmiah berbasis Al-Qur’an.
Keikutsertaan mahasiswa Informatika dalam ajang ini menjadi indikator bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mencakup pembinaan karakter religius yang kuat. Hal ini menjadi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai moral yang tinggi.
Muhammad Fathurrahman menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti MTQMN memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi antara persiapan akademik dan latihan intensif.
“Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kesiapan mental. Kami harus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik dan persiapan kompetisi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kelvin menambahkan bahwa pengalaman di tingkat nasional memberikan wawasan baru dalam memahami standar kompetisi yang lebih tinggi.
“Kami mendapatkan banyak pembelajaran, terutama dalam hal kualitas penilaian dan atmosfer kompetisi yang sangat kompetitif,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam ajang tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter berbasis nilai keislaman.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam MTQMN menunjukkan bahwa pengembangan akademik dapat berjalan selaras dengan pembinaan nilai-nilai religius. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang berintegritas,” tuturnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa pihak program studi terus mendukung mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang, baik akademik maupun keagamaan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kompetisi, karena hal ini akan memperkaya pengalaman, memperkuat karakter, serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat nasional,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ini, mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh diharapkan mampu menjadi representasi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat sebagai bekal dalam menghadapi tantangan global.