Lhokseumawe – Inovasi teknologi berbasis keberlanjutan kembali mengharumkan nama Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh di tingkat nasional. Melalui karya bertajuk “Smart Minipadi: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Alue Keurinyai Menuju SDGs 2030”, mahasiswa berhasil meraih Terbaik 3 nasional tahun 2025, menunjukkan kontribusi nyata teknologi informatika dalam menjawab tantangan sektor pertanian.
Inovasi Smart Minipadi dirancang sebagai solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan kondisi lahan secara real-time. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor untuk mengukur parameter penting seperti kelembaban tanah, suhu lingkungan, serta kebutuhan air tanaman. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan ditampilkan melalui sistem digital berbasis web, sehingga memudahkan petani dalam melakukan pengambilan keputusan yang lebih akurat dan efisien.
Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada integrasi dengan energi terbarukan, yang memungkinkan perangkat IoT tetap beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik konvensional. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Fauzan Azima sebagai penggagas utama inovasi menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini berangkat dari kebutuhan riil masyarakat di sektor pertanian.
“Kami melihat bahwa banyak petani masih menghadapi keterbatasan dalam memantau kondisi lahan secara optimal. Melalui sistem ini, kami mencoba menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mudah digunakan, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, inovasi ini juga melibatkan kolaborasi tim multidisiplin. Salah satu peran penting dipegang oleh Safira Khalisha yang berkontribusi pada bidang media creative sekaligus sebagai web module developer dan volunteer, khususnya dalam pengembangan antarmuka sistem serta penyajian informasi berbasis web agar lebih mudah diakses oleh pengguna.
Safira Khalisha menyampaikan bahwa aspek visualisasi data menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna.
“Kami tidak hanya fokus pada sistem backend, tetapi juga bagaimana data yang dihasilkan dapat ditampilkan secara informatif dan user-friendly. Tujuannya agar petani dapat dengan mudah memahami kondisi lahan mereka,” jelasnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bentuk implementasi nyata keilmuan informatika dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak langsung. Ini sejalan dengan arah pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa integrasi antara teknologi, keberlanjutan, dan kebutuhan lokal menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang bernilai.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berinovasi secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek kebermanfaatan dan keberlanjutan. Smart Minipadi menjadi contoh konkret dari pendekatan tersebut,” tuturnya.
Keberhasilan meraih posisi tiga terbaik nasional ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh sebagai pusat inovasi teknologi yang adaptif dan berkelanjutan.