Dua Tim Informatika Unimal Lolos Mini Funding ABC 2026, Perkuat Riset Global dan Berkesempatan Presentasi Internasional
Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh dalam kancah internasional. Dua tim mahasiswa, yaitu Tim Code Blossom dan Tim SmartEmoCare, berhasil lolos dalam Program Mini Funding ABC 2026 (Activity and Behavior Computing) sekaligus memperoleh kesempatan mengikuti mentoring internasional bersama para akademisi dari luar negeri.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas riset mahasiswa, tetapi juga membuka peluang strategis bagi kedua tim untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam forum internasional, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik ABC yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis perilaku dan kecerdasan buatan.
Tim Code Blossom mengusung riset berjudul “A Model to Reduce Musculoskeletal Disorders Using Wearable Sensors for Detecting Office Worker Postures”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model berbasis sensor wearable untuk mendeteksi postur kerja pegawai kantor secara real-time. Sistem yang dirancang memanfaatkan integrasi data sensor dan algoritma analitik untuk mengidentifikasi pola postur yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan secara preventif.
Dalam proses pengembangannya, tim ini mendapatkan pendampingan internasional dari Aspaslan Durmus (Department of Unmanned Aerial Vehicle Technology, OSTİM Technical University, Ankara, Turki), yang memberikan arahan terkait metodologi penelitian, validasi model, serta potensi implementasi teknologi dalam skala yang lebih luas.
Sementara itu, Tim SmartEmoCare menghadirkan inovasi melalui riset berjudul “Real-Time Analysis of Therapeutic Board Game and Sound Therapy Effects on Adolescent Mental Health Using Facial Emotion and Stress Detection”. Penelitian ini mengkaji dampak terapi berbasis permainan papan dan terapi suara terhadap kesehatan mental remaja dengan pendekatan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Sistem yang dikembangkan mampu melakukan analisis emosi wajah dan tingkat stres secara real-time, sehingga memberikan gambaran objektif mengenai efektivitas terapi yang dilakukan. Dalam pengembangannya, tim ini memperoleh pendampingan dari Mohammad Saiedur Rahaman (School of Engineering & Technology, Central Queensland University, Rockhampton, Australia), yang turut membimbing dalam penguatan aspek metodologi dan publikasi ilmiah.
Selain pendampingan internasional, kedua tim juga mendapatkan pembimbingan internal dari dosen Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, yaitu Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., Hafizh Alkausar Aidilof, S.T., M.Kom., dan Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom. yang secara aktif mengarahkan proses pengembangan riset, mulai dari penyusunan proposal hingga kesiapan publikasi.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa capaian ini merupakan langkah penting dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem riset global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat internasional. Tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga memiliki peluang untuk mempresentasikan hasil riset di forum global, yang menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa partisipasi dalam program internasional menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas lulusan.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam riset dan kolaborasi internasional. Kesempatan presentasi di forum global akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperluas jejaring akademik mereka,” tuturnya.
Keberhasilan dua tim ini tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga memperkuat posisi Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh dalam pengembangan riset berbasis teknologi yang berdampak global. Melalui program seperti Mini Funding ABC, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas riset mahasiswa, tetapi juga membuka peluang strategis bagi kedua tim untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam forum internasional, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik ABC yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis perilaku dan kecerdasan buatan.
Tim Code Blossom mengusung riset berjudul “A Model to Reduce Musculoskeletal Disorders Using Wearable Sensors for Detecting Office Worker Postures”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model berbasis sensor wearable untuk mendeteksi postur kerja pegawai kantor secara real-time. Sistem yang dirancang memanfaatkan integrasi data sensor dan algoritma analitik untuk mengidentifikasi pola postur yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan secara preventif.
Dalam proses pengembangannya, tim ini mendapatkan pendampingan internasional dari Aspaslan Durmus (Department of Unmanned Aerial Vehicle Technology, OSTİM Technical University, Ankara, Turki), yang memberikan arahan terkait metodologi penelitian, validasi model, serta potensi implementasi teknologi dalam skala yang lebih luas.
Sementara itu, Tim SmartEmoCare menghadirkan inovasi melalui riset berjudul “Real-Time Analysis of Therapeutic Board Game and Sound Therapy Effects on Adolescent Mental Health Using Facial Emotion and Stress Detection”. Penelitian ini mengkaji dampak terapi berbasis permainan papan dan terapi suara terhadap kesehatan mental remaja dengan pendekatan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Sistem yang dikembangkan mampu melakukan analisis emosi wajah dan tingkat stres secara real-time, sehingga memberikan gambaran objektif mengenai efektivitas terapi yang dilakukan. Dalam pengembangannya, tim ini memperoleh pendampingan dari Mohammad Saiedur Rahaman (School of Engineering & Technology, Central Queensland University, Rockhampton, Australia), yang turut membimbing dalam penguatan aspek metodologi dan publikasi ilmiah.
Selain pendampingan internasional, kedua tim juga mendapatkan pembimbingan internal dari dosen Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh, yaitu Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., Hafizh Alkausar Aidilof, S.T., M.Kom., dan Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom. yang secara aktif mengarahkan proses pengembangan riset, mulai dari penyusunan proposal hingga kesiapan publikasi.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa capaian ini merupakan langkah penting dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem riset global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat internasional. Tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga memiliki peluang untuk mempresentasikan hasil riset di forum global, yang menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa partisipasi dalam program internasional menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas lulusan.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam riset dan kolaborasi internasional. Kesempatan presentasi di forum global akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperluas jejaring akademik mereka,” tuturnya.
Keberhasilan dua tim ini tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga memperkuat posisi Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh dalam pengembangan riset berbasis teknologi yang berdampak global. Melalui program seperti Mini Funding ABC, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.