[Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh] — Dosen Teknik Informatika Universitas Malikussaleh menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara produktif dalam mendukung transformasi ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Diskusi Publik bertema “Mewujudkan Transformasi Ekonomi Daerah dan SDM Unggul melalui Perumusan Kebijakan yang Inovatif dan Berbasis Data.”
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa perkembangan infrastruktur digital di Indonesia perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pemanfaatan teknologi. Berdasarkan data EV-DCI 2026, skor daya saing digital Indonesia mencapai 42,2. Di sisi lain, masih terdapat kesenjangan pemanfaatan teknologi antarwilayah. Jaringan seluler yang telah menjangkau sekitar 98 persen populasi juga belum sepenuhnya diikuti dengan penggunaan teknologi digital secara optimal oleh masyarakat.
Dosen Teknik Informatika menjelaskan bahwa penerapan konsep Smart City tidak hanya berkaitan dengan pembangunan aplikasi atau digitalisasi layanan publik. Menurutnya, Smart City perlu dibangun melalui keterpaduan antara tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada aspek Smart Governance, integrasi data antarorganisasi perangkat daerah menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis data. Sementara pada aspek Smart Economy, pemanfaatan ekosistem digital dapat memberikan peluang bagi UMKM dan pelaku usaha daerah untuk memperluas jangkauan pasar serta mengembangkan kegiatan ekonomi secara lebih adaptif.
Selain itu, aspek Smart People menjadi bagian penting dalam keberlanjutan transformasi digital. Literasi digital perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa dinilai memiliki ruang yang strategis untuk berkontribusi dalam proses transformasi digital daerah. Mahasiswa dapat terlibat sebagai pengembang solusi berbasis teknologi, penghubung antara kebutuhan masyarakat dan inovasi digital, serta turut memberikan kontribusi dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pembangunan secara konstruktif.
“Transformasi bukan tentang teknologinya, tetapi tentang manusianya. Teknologi adalah alat, data adalah bahan bakar, dan kolaborasi adalah mesinnya. Mahasiswa sudah membuktikan diri sebagai kekuatan transformatif yang dibutuhkan sekarang adalah ruang, dukungan, dan kolaborasi dari pemerintah daerah,” ujar Rizki Suwanda, S.T., M.Kom.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk mulai berkontribusi dari berbagai persoalan yang terdapat di lingkungan sekitar. Permasalahan seperti pelayanan publik, pengelolaan sampah desa, hingga digitalisasi UMKM dapat menjadi ruang penerapan teknologi sekaligus titik awal lahirnya inovasi yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat, pemanfaatan data dan teknologi diharapkan dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan daerah serta mendukung terwujudnya transformasi ekonomi dan sumber daya manusia yang unggul.