Lhokseumawe – Transformasi kompetensi mahasiswa berbasis pengalaman industri kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh. Safira Khalisha berhasil menorehkan capaian strategis dengan menyelesaikan Program Studi Independen sebanyak dua kali pada bidang Junior Web Developer (UI/UX) serta Python Machine Learning di PT Vinix Seven Aurum, sekaligus dipercaya sebagai Brand Ambassador yang mewakili Universitas Malikussaleh.
Keikutsertaan dalam program Studi Independen tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi berbasis industri yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis dan kesiapan kerja. Pada program Junior Web Developer (UI/UX), Safira Khalisha mendalami proses perancangan antarmuka dan pengalaman pengguna secara komprehensif, mulai dari riset pengguna (user research), pembuatan wireframe dan prototype, hingga implementasi desain berbasis kebutuhan pengguna.
Sementara itu, pada program Python Machine Learning, fokus pembelajaran diarahkan pada pengolahan data, pembangunan model pembelajaran mesin, serta analisis berbasis algoritma untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Integrasi antara kemampuan pengembangan web dan analisis data menjadi nilai tambah dalam menghadapi kebutuhan industri digital yang semakin kompleks.
Tidak hanya berhenti pada capaian akademik dan teknis, Safira Khalisha juga memperoleh kepercayaan untuk menjadi Brand Ambassador PT Vinix Seven Aurum, sebuah peran strategis yang tidak hanya merepresentasikan perusahaan, tetapi juga membawa nama Universitas Malikussaleh dalam ekosistem industri digital.
Dalam perannya sebagai Brand Ambassador, Safira Khalisha berkontribusi dalam berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi program, berbagi pengalaman kepada mahasiswa lain, hingga menjadi representasi mahasiswa berprestasi yang berhasil mengintegrasikan pengalaman akademik dengan praktik industri.
Safira Khalisha menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti dua program studi independen memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi dan kepercayaan diri.
“Program ini memberikan pengalaman yang sangat aplikatif dan membuka wawasan tentang kebutuhan industri. Kesempatan menjadi Brand Ambassador juga menjadi tanggung jawab untuk membawa nama baik kampus serta menginspirasi mahasiswa lain,” ujarnya.
Ketua Jurusan Informatika, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bentuk nyata keberhasilan mahasiswa dalam memanfaatkan program pengembangan kompetensi.
“Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memaksimalkan peluang yang ada untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring di industri. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa program studi terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam program pengembangan diri berbasis industri.
“Kami sangat mendukung mahasiswa untuk mengikuti program seperti studi independen, karena ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri. Peran sebagai Brand Ambassador juga menunjukkan kepercayaan industri terhadap kualitas mahasiswa kita,” tuturnya.
Melalui capaian ini, Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman industri, jejaring profesional, serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi.