TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Selasa, 16 Oktober 2018

Page : KURIKULUM

KURIKULUM

LATAR BELAKANG

Pada  tahun  2012,  dalam  rangka  kualifikasi  terhadap  lulusan   PT  di Indonesia, pemerintah  telah  menerbitkan  Perpres  No.  8/2012  mengenai  Kerangka Kualifikasi  Nasional  Indonesia  (KKNI)  untuk  menjadi  acuan  dalam  penyusunan  capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional. 

Kurikulum 2015-2020 Program Sarjana, Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Malikusaleh (UNIMAL) merupakan hasil  perubahan  dan  penyempurnaan  dari  Kurikulum  2010-2015  yang  akan berakhir  masa pelaksanaannya.  Proses penyusunan kurikulum 2015-2020 melakukan beberapa perubahan matakuliah dan membuat 2 (dua) peminatan studi (konsentrasi) yang tidak ada pada kurikulum sebelumnya, yaitu: Komputasi Cerdas dan Multimedia, Keamanan Sistem dan Jaringan Komputer. Perubahan tersebut dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

 

1. Proses Evaluasi Internal

Evaluasi  internal  terhadap  kurikulum  sebelumnya,  yaitu  Kurikulum  2010-2015, ini merupakan  proses  rutin  di Program Studi Teknik Informatika yang merupakan  bagian  dari  program  evaluasi  kurikulum  yang  diselenggarakan  UNIMAL  setiap lima  tahun  sekali.  Dalam  evaluasi  internal  ini,  tim  penyusun bekerja dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Program Studi Teknik Informatika UNIMAL, melakukan evaluasi terhadap 5 tahun berjalannya pelaksanaan Kurikulum 2010-2015 Program Studi Teknik Informatika UNIMAL, termasuk   melakukan   evaluasi   terhadap   outcome   dari mahasiswa yang telah diluluskan berdasarkan kurikulum tersebut. Hasil evaluasi ini telah dituangkan dalam Laporan Evaluasi Kurikulum 2010-2015.

 

2. Workshop Curriculum

Workshop curriculum yang dilakukan  dalam rangka  penyusunan  Kurikulum  2015-2020  telah memberikan  sejumlah masukan. Masukan dari narasumber sebagai advisory board terutama terkait dengan tiga  hal penting  yang harus diperhatikan  dalam penyusunan  Kurikulum  2015-2020: 

  1. Pentingnya  memperhatikan  budaya  lokal  dan  lokalitas  pada  umumnya dalam   konten   kurikulum,  
  2. Perubahan-perubahan dalam proses pembelajaran karena perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi 
  3. Kompetisi profesi Teknik Informatika karena pengaruh globalisasi.

Pemangku kepentingan (stakeholders) yang   diminta   untuk   memberi   masukan   dalam   perumusan kurikulum Teknik Informatika UNIMAL 2015-2020 berasal dari kalangan pendidik/akademisi dan pengguna jasa  lulusan Teknik Informatika.  Masukan  diperoleh  secara langsung (tatap muka) dan melalui tracer study. Pada saat workshop evaluasi kurikulum diperoleh masukan dari dua  orang  yang   mewakili   pemangku   kepentingan   yang   berasal   dari dunia Industri dan pemerintah daerah serta masukan dari Akademisi profesional (Aptikom). Secara   singkat   masukan   yang   diberikan diuraikan dalam butir-butir berikut.

 

  • Masukan dari dunia Industri dan Pemerintah daerah
  1. Mahasiswa harus mempunyai skill bidang informatika lanjutan yang diperoleh melalui matakuliah pilihan bidang keahlian (peminatan studi).
  2. Pentingnya  memperbanyak tugas  kelompok  yang  bersifat  problem  solving  dalam bidang programming dan jaringan.
  3. Mahasiswa harus mampu bersaing secara global dan memiliki sertifikasi bidang keahlian seperti sertifikasi cisco, programming dan lain-lain.
  4. Kepemimpinan  harus  diasah  dan  dimasukkan  ke  dalam  kurikulum,  walaupun dipahami bahwa  pengalaman   leadership   lebih  terasah  pada  saat  bekerja  di perusahaan dari pada pada masa kuliah.

 

  • Masukan dari Akademisi (Ketua Aptikom Aceh)
  1. Kurikulum harus dinamis, petakan dulu tenaga dosen sesuai bidang keahlian dan laboratorium kemudian baru menyusun kurikulum.
  2. Harus ada satu matakuliah untuk mengakomodasi trend perkembangan teknologi informasi, misalnya mobile computing (android)
  3. Pengembangan kurikulum mengacu kepada rekomendasi ACM dan Aptikom
  4. Mahasiswa harus didorong mempunyai soft skill, jangan hanya mempunyai core skill.
  5. Ada  kesulitan  menanamkan  etika,  sementara  etika  adalah  tulang  punggung profesi. Etika harus dimasukan kedalam proses pembelajaran.
Malas Ngoding